Masyarakat Kecamatan Kedondong dan Way Khilau Mengeluhkan SPAM Yang Tidak Mengalir.

Teroponglampung.com,Pesawaran-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum( SPAM) jadi polemik di masyarakat, yang viral beberapa pekan terakhir ini,

Di mana hasil pekerjaan proyek SPAM yang dianggarkan dari Dana DAK Tahun 2022 itu dikeluhkan oleh masyarakat di dua Kecamatan, Kedondong dan way khilau,02-23-2023

Bagaimana tidak proyek yang di anggarkan kurang lebih 7,5 miliar itu, air tidak kunjung mengalir dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,

Dalam pengerjaan nya diduga carut marut dan asal-asalan,

Proyek SPAM(Sistem Penyediaan air Minum) itu mendapat tanggapan dari Ketua Harian Forum Masyarakat¬† Pesawaran Bersatu (FMPB), “Safaruddin Tanjung,

Atas dasar laporan masyarakat di dua kecamatan,yakni Kecamatan Kedondong dan Kecamatan Way Khilau,
<span;>yang datang ke kantor FMPB yang di dampingi oleh Ketua PWRI Pesawaran,

“Safaruddin Tanjung mengatakan, dari laporan masyarakat yang ada di dua kecamatan ini, saya akan sikapi dan mengawal sampai air itu keluar,

Karna proyek SPAM yang jumlah nya meliaran itu masyarakat mengeluh kan karna air itu tidak mengalir,

Sedangkan masyarakat sudah membayaran iuran untuk pendaftaran air SPAM tersebut, tetapi masyarakat belum juga menerima manfaatnya,

Pekerjaan peoyek SPAM itu di duga asal jadi, untuk dinas terkait harus ada pertanggung jawaban nya,

Jangan di biarkan begitu saja, masyarakat sudah di rugi kan,tanah yang sudah di cor semen, tidak ada perbaikan kembali,

Dan saya akan kawal atas laporan masyarakat ini, “Tandas Safaruddin Tanjung.

Dari Keterangan beberapa¬† masyarakat yang ada di dua kecamatan mengatakan, “kami sebagai masyarakat merasa di rugi kan, karna air nya pun tidak mengalir, sudah hampir dua bulan ini,”Ucap masyarakat.

Buruknya pengerjaan proyek SPAM air bersih diduga sangat buruk, dimana air itu sangat di butuhkan oleh masyarakat.

Anggaran miliaran rupiah itu tapi tidak memberikan manfaat kepada masyarak,

yang ada di desa Pasar Baru, Desa Kedondong,Desa way kepayang dan Desa Kubu Batu itu.

Sampai berita ini diterbitkan masih belum ada tanggapan dari pihak Dinas terkait Kabupaten Pesawaran.
(Rizon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *