Ini Fakta Baru Diduga Kades Kertasana Irhamsyah Palsukan Tandatangan BPD dan Fiktif kan Pelaporan SPJ APBDes 2020-2021

Teroponglampung.com,Pesawaran Lampung-setelah adanya pemberitaan dibeberapa media yang ada di pesawaran terkait dugaan Mar-up dan dugaan fiktif terkait dengan pelaporan penggunaan anggaran dana Desa yang dikelola oleh kepala desa kerta sana kecamatan kedondong kabupaten pesawaran lampung, kini ditemukan fakta baru diduga keras Irhamsyah kepala desa Kertasana kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran selain korupsi dana desa tahun 2020 dan 2021 yang merugikan Negara hingga Ratusan Juta rupiah, di duga kepala desa kerta sana palsukan tanda tangan Ketua BPD Desa Kertasana (Sarman) minggu 12/2/2023

Dalam pemberitaan onlen yang lalu dugaan korupsi dana desa  itu dengan menganggarkan kegiatan-kegiatan yang kegiatannya tidak ada/fiktif.
“Tahun 2020 tahap 2 ”
Perayaan hari kemerdekaan,hari besar keagamaan ( kegiatan HMT Desa )
Rp 5.236.000
Perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan ( Kegiatan Peringatan HUT RI ) Rp 16.675.000
penyediaan Bantuan Tempat Ibadah DLL Rp 42.800.000
Kegiatan Kepemudaan dan Olahraga
Rp 27.150.000
Penyediaan Honor/insentif PAUD/TPA/DLL. Rp 34.200.000
pembangunan Gapura Dusun Kekalau
Rp 44.708.500
*Tahap 3″
Perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan ( Kegiatan HMT Desa)
Rp 42.736.000
Penyediaan honor/insentif PAUD/TPA/DLL
Rp 45.600.000
Pembangunan Gapura Dusun Kekalau
Rp 56.118.500

“Di Tahun 2021 tahap 1”

Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ (honor, pakaian dll) Rp 22.800.000
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
Rp 35.472.000
Pembinaan Karang Taruna Desa
Rp 8.700.000

“Tahap 3”
Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ (honor, pakaian dll)
Rp 34.200.000

Sementara Ketua BPD Kertasana Sarmani,kepada awak media dirinya  menjelaskan tidak adanya kegiatan yang terkait dengan kegiatan PHBI dan Hari-hari besar atau HUT RI pada tahun 2020 dan 2021 seperti yang dilaporkan melala desa kerta sana dalam. Appdesnya ditahun 2020/2021 dirinya  menjelaskan kalau stempel BPD serta tanda tangan nya sepertinya punn Diduga ada yang memalsukannya, jelasnya

Saya bisa bisa bicara seperti ini  karna memang selama MusDes saya tidak pernah dilibatkan, cuma pernah satu kali saya menandatangani pelaporan SPJ APBDes itu pun di tahun pertama Irhamsyah ini menjabat sebagai Kades, setelah itu sampai sekarang saya belum pernah menandatangani atau stempel berkas-berkas spj tersebut .paparnya

Pada acara Musdes itu saya sempat protes saat, kenapa saya tidak pernah dilibatkan dalam penetapan APBDes, tapi saya ditegur orang kecamatan,dia bilang kalau mau protes kaya gitu jangan di forum seperti ini, alasan pendamping kecamatan itu, ini rahasia jangan sampai ada masyarakat yang tahu.”jelasnya.

Imbuhnya lagi, waktu saya protes itu saya bilang, nanti saya buka masalah saya tidak dilibatkan dalam setiap penetapan APBDes, pendamping itu bilang ‘ silahkan saja kalau berani’ kenapa tidak berani saya ini Ketua BPD.

Nah.. kurang lebihnya begitu dek, kalau saya bisa dibuang, mungkin saya sudah dibuang dari BPD Oleh kepala Desa (Irhamsyah )itu.”tutupnya(Amsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *